Database Adalah: Pengertian, Contoh, dan Jenis-Jenisnya

· 2 menit untuk membaca
Database Adalah: Pengertian, Contoh, dan Jenis-Jenisnya

Apakah kamu pernah berpikir bagaimana sebuah website atau aplikasi marketplace dapat menyimpan data produk yang begitu banyak? Jawabannya adalah karena semua data tersebut dikelola menggunakan sistem database atau basis data. Database adalah kumpulan data yang dikelola menggunakan sistem tertentu untuk menghasilkan suatu informasi.

Basis data memiliki jenis yang berbeda-beda. Berikut ini adalah ulasan mengenai apa itu basis data dan apa saja contoh dan jenisnya.

Apa Itu Database?

Database adalah kumpulan data yang dikelola menggunakan sistem tertentu untuk menghasilkan suatu informasi. Basis data biasanya digunakan untuk mengelola data pada suatu website atau aplikasi. Pengolahan menggunakan basis data biasanya meliputi proses menambahkan data, mengubah data, melihat data, dan menghapus data.

Untuk memudahkan kamu dalam memahami konsep apa itu database, berikut ini adalah jenis-jenis database dan contohnya yang perlu kamu ketahui.

Baca juga: Mengenal Lebih Lanjut Tentang CPU, APU, dan GPU.

Jenis-Jenis Database dan Contohnya

Basis data memiliki jenis yang berbeda-beda berdasarkan fungsi dan penggunaannya. Perbedaan jenis ini juga menentukan bagaimana cara mengakses basis data tersebut. Hal ini karena setiap basis data memiliki aksesibilitas yang berbeda-beda. Berikut ini adalah beberapa jenis basis data dan contohnya.

1. Operational Database

Basis data ini memungkinkan kamu untuk bisa melihat dan memodifikasi data secara langsung atau real-time melalui perangkat yang kamu gunakan.

Kombinasi basis data operasional dengan basis data terdistribusi dapat meningkatkan performa data seperti ketersediaan data, skalabilitas data, hingga fault tolerance. Dengan fungsi ini maka sistem akan tetap bisa berjalan meskipun ada komponen yang mengalami gangguan.

Contoh database ini antara lain: JSON, XML, Apache Cassandra, dan AWS Dynamo.

2. Relational Database

Basis data ini berfungsi untuk mengelola data berdasarkan model relasi data. Strukturnya tersusun dari beberapa tabel yang saling terhubung membentuk relasi.

Banyak perangkat lunak yang menggunakan basis data ini untuk mengelola dan memelihara sistem mereka.

Untuk mengelola basis data ini, kamu membutuhkan RDBMS. Umumnya, bahasa pemrograman pada RDBMS ini menggunakan SQL atau Structured Query Language sebagai dasar query.

Contoh basis data ini antara lain MySQL, PostgreSQL, MongoDB, MariaDB, IBM DB2, SAP HANA, Firebird, Interbase, dan MemSQL

3. Database Warehouse

Selain penyimpanan, basis data ini juga memiliki fungsi pelaporan dan analisis data. Basis data ini biasanya berfungsi sebagai penyimpanan atau pusat data pada bidang business intelligence.

Jenis basis data ini dapat menyimpan data dari berbagai sumber yang berbeda dan mengunggahnya melalui sistem operasi. Basis data ini juga dapat menyimpan data terbaru dan riwayat data dalam satu tempat yang berfungsi untuk membuat laporan analisis.

Contoh basis data ini antara lain Microsoft Access, Oracle, dan Microsoft SQL Server.

4. Distributed Database

Merupakan basis data yang menggunakan perangkat penyimpanan berbeda dan terpisah. Basis data ini dapat tersimpan secara terdistribusi di beberapa perangkat komputer pada tempat dan jaringan komputer yang sama

Dengan sifatnya tersebut, basis data ini mampu meningkatkan kinerja end-user karena dapat memproses data yang berbeda melalui banyak perangkat sekaligus. Selain itu jika terdapat gangguan dalam pemrosesan data maka tidak akan mempengaruhi data secara keseluruhan.

Contoh database ini antara lain Microsoft access, Apache Ignite, Apache HBase, Couchbase Server, Amazon SimpleDB, Clusterppont, dan FoundationDB.

5. End-User Database

Basis data ini memungkinkan pengguna atau end-user untuk dapat mengakses, mengelola, dan mengembangkannya. Pengguna sudah bisa menggunakan basis data ini secara langsung karena sudah tidak berbentuk pemrograman lagi.

Contoh basis data ini adalah SQLite. Biasanya, jenis database ini digunakan pada pembuatan aplikasi android untuk menyimpan data.

Sudah Tahu Apa Itu Database?

Database adalah kumpulan data yang dikelola menggunakan sistem sehingga dapat diakses dengan mudah untuk menghasilkan suatu informasi. Ada banyak jenis database sesuai dengan fungsi dan kegunaannya masing-masing.Jika kamu ingin mengelola data pada website atau aplikasi menggunakan sistem basis data, pastikan kamu menggunakan jenis yang sesuai dengan kebutuhan kamu. Pastikan juga kamu menguasai cara menggunakan dan mengoperasikan basis data tersebut, ya. Selamat mencoba!

Related Articles

Cara Mengamankan Login WordPress Dengan 2FA
· 2 menit untuk membaca
Framework: Pengertian, Contoh, dan Fungsinya
· 2 menit untuk membaca
Ini 6 Perusahaan Terkenal yang Menggunakan Python
· 3 menit untuk membaca
Apa itu CMS? Pahami Pengertian, Fungsi, dan Contohnya
· 3 menit untuk membaca